Langsung ke konten

Tembus Rp522 Miliar! Tuna dan Gurita Indonesia Curi Perhatian Pembeli Internasional di Spanyol

Aneke Safitri

1 kali dibaca

Tembus Rp522 Miliar! Tuna dan Gurita Indonesia Curi Perhatian Pembeli Internasional di Spanyol
Produk Perikanan Indonesia ( sumber Foto. ANTARA

PorosMaritim.com – Produk perikanan Indonesia kembali menunjukkan daya saing di pasar internasional.

Kali ini, komoditas hasil laut Tanah Air berhasil menarik perhatian calon pembeli dalam pameran internasional Conxemar 2026 yang berlangsung di Vigo, Spanyol.

Melalui keikutsertaan dalam ajang tersebut, produk perikanan Indonesia, khususnya tuna dan gurita, mencatatkan potensi transaksi mencapai 29,21 juta dolar AS atau setara Rp522 miliar.

Capaian ini menjadi peluang penting bagi industri perikanan nasional untuk memperluas jangkauan perdagangan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemasok produk makanan laut di pasar global.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona menilai partisipasi Indonesia dalam Conxemar 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kualitas produk perikanan nasional kepada pelaku industri dan pembeli internasional.

Kepala ITPC Barcelona, Sri Haryanti, mengatakan besarnya potensi transaksi tersebut mencerminkan terbukanya peluang pasar yang lebih luas bagi komoditas perikanan Indonesia.

“Capaian Rp522 miliar menunjukkan, produk perikanan Indonesia memiliki peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Minat dari calon pembeli berbagai kawasan menjadi modal penting untuk memperkuat promosi dan memperluas akses pasar produk perikanan nasional,” ujar Sri dalam keterangan di Jakarta, sebagaimana dikutip Antara, Minggu (8/11/2026).

Paviliun Indonesia Hadirkan Beragam Produk Hasil Laut

Dalam pameran tersebut, Paviliun Indonesia menghadirkan lima perusahaan pemasok produk makanan laut untuk memperkenalkan berbagai komoditas unggulan kepada calon mitra dagang internasional.

Produk yang ditawarkan tidak hanya terbatas pada tuna dan gurita. Sejumlah komoditas lainnya juga diperkenalkan, mulai dari ikan tenggiri, ikan todak atau swordfish, cakalang, sotong, cumi-cumi, mahi-mahi, hingga kakap merah.

Selain produk perikanan beku, Indonesia turut menampilkan produk daging rajungan kalengan sebagai bagian dari upaya memperluas pilihan komoditas olahan yang dapat dipasarkan ke luar negeri.

Keberagaman produk tersebut memperlihatkan potensi industri perikanan Indonesia yang tidak hanya bertumpu pada satu jenis komoditas, tetapi juga memiliki berbagai hasil laut dengan peluang pengembangan pasar internasional.

Peluang Ekspor Jadi Momentum Penguatan Industri Perikanan

Potensi transaksi sebesar Rp522 miliar dalam Conxemar 2026 menjadi sinyal positif bagi pelaku usaha perikanan nasional. Pameran internasional seperti ini dapat membuka ruang pertemuan antara pemasok Indonesia dengan calon pembeli dari berbagai negara.

Namun, potensi transaksi tetap perlu ditindaklanjuti melalui kesepakatan perdagangan dan realisasi kontrak agar memberikan dampak nyata bagi kegiatan ekspor.

Penguatan kualitas produk, konsistensi pasokan, standar keamanan pangan, serta kemampuan memenuhi kebutuhan pasar tujuan menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan pembeli internasional.

Dengan terbukanya peluang tersebut, produk perikanan Indonesia memiliki kesempatan semakin besar untuk memperluas penetrasi pasar global. Pada akhirnya, peningkatan ekspor diharapkan turut memberikan nilai tambah bagi industri pengolahan hasil laut, pelaku usaha, hingga nelayan di berbagai daerah.

Penulis: Aneke Safitri | Editor: IAS

Bagikan: