Langsung ke konten

Perkuat Jalur Dagang Indonesia-AS, Pelindo Gandeng Port of Los Angeles Lewat MoU Strategis

IAS

1 kali dibaca

Perkuat Jalur Dagang Indonesia-AS, Pelindo Gandeng Port of Los Angeles Lewat MoU Strategis
Pelindo dan Port Los Angles ( foto. Istimewa)

PorosMaritim.com – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus memperluas langkah strategis untuk memperkuat konektivitas maritim dan membuka peluang bisnis di pasar internasional.

Kali ini, Pelindo menjalin kerja sama dengan Port of Los Angeles melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diarahkan untuk mengembangkan potensi bisnis kepelabuhanan dan logistik kedua negara.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah lanjutan dalam hubungan kemitraan yang telah dibangun kedua pihak sejak 2019.

Kolaborasi ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pengembangan layanan pelayaran, peningkatan efisiensi logistik, serta fasilitasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat.

Sebelum MoU terbaru ditandatangani, Pelindo dan Port of Los Angeles telah memperkuat komitmen kerja sama melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) pada Agustus 2026. Kesepakatan tersebut menjadi landasan awal untuk menjajaki berbagai peluang kolaborasi yang lebih komprehensif.

Dalam perjalanan kemitraan sebelumnya, kedua pihak juga pernah melakukan promosi bersama layanan pelayaran CMA CGM Columbus-JAX yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Los Angeles.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan konektivitas perdagangan lintas negara, terutama dalam mendukung kelancaran distribusi barang melalui jalur laut.

Melalui MoU ini, Pelindo dan Port of Los Angeles akan menjajaki sejumlah bidang kerja sama strategis.

Fokusnya tidak hanya pada peningkatan konektivitas pelayaran, tetapi juga mencakup pengembangan bisnis kepelabuhanan, infrastruktur pelabuhan, layanan logistik, hingga ekosistem pendukung perdagangan.

Kedua pihak juga membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengalaman atau knowledge sharing dalam pengelolaan pelabuhan modern.

Beberapa bidang yang menjadi perhatian meliputi optimalisasi rantai pasok melalui digitalisasi, pengembangan konsep green port, serta riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan.

Langkah ini dinilai penting di tengah kebutuhan industri logistik global terhadap layanan pelabuhan yang semakin efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Achmad mengatakan, Pelindo melihat peluang besar untuk mengembangkan kerja sama bisnis dengan Port of Los Angeles, khususnya dalam memperkuat konektivitas pelayaran dan mendukung kelancaran arus perdagangan Indonesia-Amerika Serikat.

“Pelindo melihat adanya peluang besar untuk mengembangkan kerja sama bisnis dengan Port of Los Angeles, khususnya dalam memperkuat konektivitas pelayaran dan mendukung kelancaran arus perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat,” ujar Achmad dalam keterangan yang diterima, Minggu (8/11/2026).

Ia menambahkan, rekam jejak kemitraan yang telah terbangun menjadi modal penting bagi kedua pihak untuk mengembangkan berbagai inisiatif bisnis ke depan.

“Kedua pihak telah memiliki rekam jejak kemitraan yang baik, dan melalui MoU ini kami berharap dapat menjajaki berbagai inisiatif bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak,” sambung Achmad.

Kerja sama Pelindo dan Port of Los Angeles berpotensi menjadi salah satu pintu pengembangan konektivitas maritim Indonesia di pasar global.

Melalui pertukaran pengalaman, pengembangan teknologi, serta penjajakan peluang bisnis bersama, kedua pihak memiliki kesempatan untuk memperkuat kualitas layanan dan efisiensi rantai pasok.

Bagi Indonesia, penguatan konektivitas pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ekspor-impor, memperluas akses perdagangan, dan meningkatkan daya saing sektor logistik nasional.

Ke depan, implementasi berbagai peluang yang dijajaki melalui MoU tersebut akan menjadi faktor penting untuk memastikan kerja sama tidak berhenti pada kesepakatan formal, tetapi mampu menghasilkan manfaat konkret bagi industri kepelabuhanan dan perdagangan kedua negara.

Penulis: IAS | Editor: Capt Andi Pakpahan

Bagikan: