MediaAnakBangsa.com – Nama Hj. Hana Hasanah Fadel Muhammad bukan sosok yang asing dalam perjalanan politik dan organisasi perempuan di Indonesia.
Sebelum namanya mencuat dalam dinamika kepemimpinan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), ia telah memiliki pengalaman di lembaga perwakilan rakyat serta berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu latar belakang yang menarik untuk melihat kiprah Hana Fadel dalam dunia organisasi dan pengembangan ekonomi perempuan.
Hana tercatat pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Gorontalo selama dua periode, yakni 2009–2014 dan 2014–2019.
Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk terlibat dalam aktivitas kelembagaan dan menyuarakan berbagai kepentingan masyarakat.
Selain aktivitas politik, kiprahnya juga bersinggungan dengan organisasi perempuan.
Ia pernah terlibat dalam kegiatan PKK Provinsi Gorontalo, Dharma Wanita, Kaukus Perempuan Parlemen DPD RI, serta organisasi IWAPI.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Hana dalam lingkungan organisasi dan pemberdayaan perempuan.
Nama Hana kembali menjadi perhatian setelah Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) IWAPI yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, pada 29–30 Oktober 2026.
Dalam forum tersebut, Hana Fadel Mohammad ditetapkan sebagai Ketua Umum DPP IWAPI periode 2026–2031 secara aklamasi.
Menurut keterangan pihak penyelenggara, forum tersebut dihadiri perwakilan 26 dari total 37 DPD IWAPI tingkat provinsi. Keputusan itu menjadi bagian dari dinamika pergantian kepemimpinan organisasi.
Dalam sambutan perdananya, Hana menyampaikan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang membutuhkan dukungan dan tanggung jawab bersama.
Ia juga menyampaikan harapan agar IWAPI semakin berkembang melalui kolaborasi antarpengusaha perempuan.
"Kepemimpinan baru ini merupakan amanah sekaligus tanggung jawab bersama untuk membawa IWAPI terus berkembang. Kami ingin memperkuat sinergi antarpengusaha perempuan, memperluas kesempatan usaha, dan mendorong kontribusi perempuan dalam perekonomian nasional," demikian pernyataan Hana Fadel dalam sambutan yang disampaikan sebagai Ketua Umum hasil Munaslub pada Minggu (8/11/2026).
Pesan yang disampaikan Hana menempatkan penguatan jaringan usaha perempuan sebagai salah satu agenda penting kepemimpinan yang ia tawarkan.
Bagi pelaku usaha, jejaring bukan sekadar ruang pertemuan. Hubungan antarpengusaha dapat membuka kesempatan untuk memperluas pasar, bertukar pengalaman, membangun kemitraan, hingga mengenalkan produk ke lingkungan bisnis yang lebih luas.
Dalam konteks tersebut, IWAPI memiliki ruang untuk memperkuat peran perempuan di berbagai sektor ekonomi, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah.
Tantangan yang dihadapi pengusaha perempuan juga semakin beragam. Persaingan pasar, pemanfaatan teknologi digital, akses pembiayaan, serta kemampuan mengembangkan produk menjadi sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian.
Karena itu, penguatan organisasi diharapkan tidak hanya terlihat dari struktur kepengurusan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan para anggota.
Di balik terpilihnya Hana melalui Munaslub Bandung, terdapat perkembangan lain yang perlu dicermati.
DPP IWAPI yang dipimpin Nita Yudi sebelumnya menyatakan tidak mengakui hasil Munaslub Bandung dan tetap menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) X IWAPI di Jakarta pada 1–3 November 2026.
Dalam perkembangan berikutnya, Munas X tersebut menetapkan Tatyana Sentani Sutara sebagai Ketua Umum DPP IWAPI periode 2026–2031 secara aklamasi.
Dengan demikian, terdapat dua hasil forum organisasi yang menetapkan figur berbeda sebagai ketua umum. Perkembangan ini membuat persoalan mekanisme organisasi dan pengakuan kepengurusan menjadi hal penting untuk mendapatkan kejelasan.
Kedua pihak perlu memperoleh ruang yang proporsional untuk menjelaskan dasar keputusan dan pandangan masing-masing.
Terlepas dari dinamika internal tersebut, perjalanan Hana Fadel memperlihatkan keterlibatannya dalam sejumlah ruang publik, mulai dari lembaga perwakilan rakyat hingga organisasi perempuan.
Gagasan mengenai penguatan sinergi, perluasan kesempatan usaha, dan peningkatan kontribusi perempuan dalam perekonomian menjadi pesan utama yang disampaikannya dalam forum Munaslub Bandung.
Ke depan, masyarakat dan para pelaku usaha tentu membutuhkan penjelasan lebih lanjut mengenai program kerja, prioritas organisasi, serta langkah konkret yang akan dijalankan.
Sebab, ukuran keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya terletak pada siapa yang memimpinnya, melainkan juga pada seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada anggota dan masyarakat.
Perjalanan Hana Fadel di IWAPI pun menjadi bagian dari perhatian publik terhadap upaya memperkuat peran perempuan dalam dunia usaha Indonesia.